Jumat, Oktober 21, 2011

LAPORAN TNA KKKS KEC. RAWAMERTA PADA DIKLAT BERMUTU TH 2010


LAPORAN HASIL TNA KKKS KEC.RAWAMERTA
PADA DIKLAT KEGIATAN BERMUTU TAHUN 2010
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keefektifan suatu diklat salah satunya ditentukan oleh asumsi sampai dimana penguasaan kemampuan dasar yang dimiliki peserta diklat, sehingga perencanaan diklat menjadi lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan yang ada pada peserta diklat tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut maka Training Needs Analysis (TNA) sangat dibutuhkan sebelum diklat tersebut dilaksanakan.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan program pendidikan dan pelatihan (diklat) proram BERMUTU, maka salah satu prasyarat yang perlu dipedomani adalah melakukan prinsip-prinsip diklat dengan menerapkan pendekatan sistem melalui penerapan manajemen diklat yang efektif dan efisien, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penyelenggaraan, pembiayaan sampai kepada monitoring dan evaluasi.
Sebagai tahap awal dalam perencanaan diklat adalah melakukan analisis kebutuhan diklat (Training Needs Analysis) dengan mengidentifikasi dan mengukur adanya kesenjangan kemampuan yang secara nyata dikuasai anggota kelompok kerja dan pemangku kepentingan bidang pendidikan. Hasil dari analisis kebutuhan diklat tersebut selanjutnya menjadi acuan dalam menyusun desain program diklat dalam implementasi program BERMUTU mulai dari penetapan tujuan pelatihan, penetapan kurikulum/silabi, penetapan metode, penetapan peserta dan tenaga pengajar, strategi, evaluasi, maupun sarana dan prasana yang diperlukan. Dengan demikian dapat diharapkan program diklat yang diselenggarakan benar-benar merupakan proses transformasi untuk mengembangkan guru/ kepala sekolah/pengawas sekolah  menjadi profesional, memiliki pengetahuan, sikap atau nilai – etika guru berikut keahlian yang diperlukan dalam meningkatkan kinerja guru/kepala sekolah/pengawas sekolah. Untuk itu kegiatan evaluasi terhadap program, diklat menjadi penting untuk dilakukan sehingga dapat diketahui proses ketercapaian dan hasil tujuan/pelaksanaan sebuah program diklat. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya dapat menjadi umpan balik dalam penyusunan rencana program diklat program BERMUTU selanjutnya. 
Di lain pihak, pada saat ini umumnya kegiatan analisis kebutuhan diklat dilakukan melalui perkiraan dan mengacu pada perencanaan diklat sebelumnya, sehingga perencanaan diklat yang dilakukan masih sekedar berorientasi untuk menghabiskan DBL. Sedangkan kegiatan evaluasi diklat yang dilaksanakan hanya evaluasi proses yang dilakukan selama diklat berlangsung, sehingga terkesan hanya bersifat formalitas.  Belum optimalnya penerapan manajemen program BERMUTU yang efektif dan efisien  tersebut disebabkan kurangnya koordinasi para pengelola program BERMUTU tentang manajemen diklat sehingga berbagai kegiatan dalam on-service hanya terfokus pada aspek penyelenggaraannya.
Kegiatan analisis kebutuhan diklat dan kegiatan evaluasi belum optimal. Di samping itu pelaksana pengelola diklat program BERMUTU masih belum saling mendukung, kurangnya koordinasi antar kelompok kerja dalam pengelolaan diklat,  dan alokasi anggaran yang terserap sepenuhnya pada aspek penyelenggaraan.  Oleh karena itu, untuk mewujudkan penerapan program BERMUTU sangat dibutuhkan kegiatan TNA sebagai wadah untuk mengidentifikasi dan menentukan kebutuhan Diklat  sesuai dengan kebutuhan individu, kelompok kerja, kecamatan, dan kabupaten/kota. Konsekuensi logisnya  adalah perlunya pengembangan pengelola program BERMUTU sehingga masing-masing  tahap dalam implementasinya terangkum secara ilmiah yang diikuti  dengan ketersediaan  fasilitator yang memadai, peningkatan kemampuan para penyusun  program di masing- masing kelompok kerja, serta alokasi  DBL yang proporsional untuk masing-masing kegiatan Diklat dalam implementasi program BERMUTU.
Training Need Analysis adalah suatu investigasi sistematik mengenai ketidaksesuaian kinerja untuk menggambarkan kesenjangan, menetapkan mengapa itu terjadi, dan memutuskan apakah diklat merupakan solusi potensial.  Training Need Analysis merupakan penentuan perbedaan antara keadaan yang nyata (actual condition) (what is) dan kondisi yang diinginkan (what should be) dalam kinerja sumber daya manusia dalam suatu organisasi atau kelompok organisasi dalam pengertian, pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Dalam rangka itulah KKKS Kecamatan Rawamerta menyelenggarakan TNA sebagai dasar menentukan kegiatan diklat BERMUTU yang akan dilaksanakan di tahun 2011, sehingga kegiatan Diklat BERMUTU menjadi lebih terarah efisien dan efektif.

B.     Tujuan
Tujuan dilakukannya kegiatan TNA ini antara lain adalah :
1)      Mengidentifikasi dan menggambarkan kesenjangan pelaksanaan pekerjaan;
2)      Menentukan sebab-sebab kesenjangan;
3)      Mengidentifikasi kesenjangan pelaksanaan kerja yang didasarkan kepada kurangnya pengetahuan dan keterampilan;
4)      Menentukan apakah diklat adalah solusi yang memungkinkan;
5)      Menentukan rekomendasi solusi yang akan diambil;
6)      Menggambarkan tentang peran atau pelaksanaan tugas.
Adapun fungsi dari khusus dari TNA ini adalah menganalisis kesenjangan lingkungan pelaksanaan pekerjaan yang mencakup: (1) lingkungan fisik ; (2) sistem balikan; (3) faktor motivasi/insentif;  dan (4) desain pekerjaan/organisasi serta tingkat keterampilan dan pengetahuan di antara guru/ kepala sekolah/ pengawas sekolah.


BAB II
PELAKSANAAN TNA
A.    Tempat dan Waktu
Tempat pelaksanaan TNA adalah di Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang dengan berpusat di sekretariat KKKS SD Inti, SDN Balongsari Kecamatan Rawamerta – Karawang.
Sedangkan waktu pelaksanaan TNA adalah pada tanggal 4 Agustus  2011, dua bulan setelah kegiatan diklat BERMUTU Tahun 2010 selesai dilaksanakan.

B.     Alat dan Bahan
Dalam pelaksanaan TNA dibutuhkan alat dan bahan yang diperlukan untuk tertib administrasi dari TNA itu sendiri. Alat yang digunakan dalam TNA yang kami laksanakan adalah Format TNA 01 sampai dengan Format TNA 06, dengan rincian sebagai berikut :
1.      Format TNA 01 berupa gambaran refleksi kemampuan kepala sekolah dikomparasikan dengan kompetensi standar kepala sekolah.
2.      Format TNA 02 berupa rekapitulasi penguasaan materi peserta TNA.
3.      Format TNA 03 berupa rekapitulasi penguasaan materi peserta diklat, dikomparasikan dengan kategori kebutuhan diklat.
4.      Format TNA 04 berupa penguasaan materi peserta diklat, dikomparasikan dengan kategori waktu dan bobot waktu.
5.      Format TNA 05 berupa penguasaan materi peserta diklat, dikomparasikan dengan kategori waktu, bobot waktu, dan alokasi waktu dalam struktur program.
6.      Format TNA 06 berupa format gabungan dari format-format sebelumnya.
Ada pun bahan yang digunakan dalam TNA yang kami laksanakan adalah berupa lembaran kertas yang berisi pertanyaan dan atau pernyataan yang berhubungan dengan materi TNA itu sendiri.
C.    Prosedur TNA
Yang menjadi acuan dalam prosedur TNA tentu saja sesuai dengan tujuan dari TNA yang kami lakukan, oleh karena prosedur TNA dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.      Persiapan
Persiapan kegiatan untuk TNA dimulai dengan penyiapan instrumen.  Hal lain yang juga dipersiapkan adalah sasaran yang akan mengikuti kegiatan TNA, petugas yang akan memfasilitasi kegiatan TNA, waktu pengisian instrumen, tempat pengisian instrumen dan tatacara pengisian instrumen yang telah disiapkan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk pengembangan keterampilan dan pembiasaan pengambilan keputusan berdasarkan kriteria ilmiah, yaitu melakukan analisis kesenjangan kompetensi dari kompetensi ideal (sesuai dengan peraturan dan standar kompetensi yang berlaku) terhadap kompetensi yang dikuasai saat ini.

2.      Pengumpulan Data
Pengisian instrument dilakukan dengan cara memberikan tanda cek/check list (v) pada kolom tingkat penguasaan materi (%) masing-masing subkompetensi.  Langkah kerja selanjutnya adalah sebagai berikut:
a)      Semua anggota kelompok kerja berkumpul, tujuannya adalah untuk mengetahui tentang permasalahan yang terjadi pada kelompok kerja dan ingin mengetahui mengapa TNA diperlukan.
b)      Membagikan lembar instrumen Format TNA 01 kepada masing-masing anggota kelompok kerja.
c)      Melakukan pengisian instrumen dengan cara memberikan tanda cek/ check list (V) terhadap prediksi tingkat penguasaan materi pada setiap subkompetensi kepala sekolah sesuai dengan standar kompetensi kepala sekolah (Permendikas Nomor 13 Tahun 2007).  Instrumen harus diisi secara jujur dan obyektif.
d)     Melakukan review terhadap pengisian instrumen minimal oleh 1 (satu) anggota lain yang masih termasuk dalam anggota kelompok kerja  tersebut.
e)      Melakukan survei terhadap beberapa sampel hasil pengisian instrumen untuk memastikan bahwa semua anggota mempunyai pemahaman yang sama terhadap tingkat penguasaan materi kompetensi.
f)       Mengumpulkan semua instrumen FORMAT TNA 01.

3.      Pengolahan, Analisis, dan Menginterpretasi Data
Pengolahan, analisis dan interpretasi data dilakukan melalui langkah kerja berikut:
a)      Mengumpulkan semua instrumen yang telah diisi.
b)      Melakukan rekapitulasi penilaian (assessment) terhadap semua data hasil Training Need Assesment kepala sekolah menjadi TNA (Training Need Analysis) seperti yang tercantum dalam Format TNA 01,02 dan 03. 
c)      Menghitunglah nilai total dan rata-ratanya.
d)     Melakukan klasifikasi nilai setiap sub kompetensi kepala sekolah dengan interpretasi katagori data sebagai berikut:

No

Kategori Mata Diklat
% Rata-Rata Penguasaan Peserta
1
Must Know     :  Harus Diketahui
0 – 40
2
Should Know  : Sebaiknya Diketahui
41 – 79
3
Nice to Know : Ada Baiknya Diketahui
80 – 100

Secara singkat prosedur untuk melakukan kegiatan TNA adalah mempersiapkan dan merancang Training Need Analysis (TNA), menyusun instrumen,  mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data, menyusun kebutuhan Diklat,  menyusun struktur program Diklat dan diakhiri dengan menyusun laporan.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN TNA
A.    Hasil TNA
Hasil TNA kegiatan diklat Bermutu KKKS Kecamatan Rawamerta yang dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2011, dapat dilihat pada Format TNA 06 di bawah ini, yang merupakan format gabungan dari format 01 s.d 05.

Format: TNA 06
PENENTUAN ALOKASI WAKTU UNTUK PENYUSUNAN STRUKTUR PROGRAM DIKLAT

Nama Diklat                   : Penilaian dan evaluasi
Jumlah Sampel              : 17
Lokasi                           : KKKS GS 03 KEC. RAWAMERTA
Tanggal Direkap             : 05 Agustus 2011

No

Kompetensi
Tingkat Pe-nguasaan
Rata-Rata (%)
Kategori Kebutuhan Diklat
Kebutuh-an Diklat
Jumlah Peserta
Bobot
Waktu
Alokasi Waktu dalam Struktur Program
Perkiraan pertemuan dalam Kel.Kerja
1.       
Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah
38,82%
MK
Ö
26
6
(6x64/39) = 9,8
3
2.       
Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
41,17%
SK
Ö
26
3
(3x64/39) = 4,92
1
3.       
Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
68,82%
SK
Ö
26
3
(3x64/39) = 4,92
1
4.       
Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
50,82%
SK
Ö
26
3
(3x64/39) = 4,92
1
5.       
Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel,transparan, dan efisien.
53,53%
SK
Ö
26
3
(3x64/39) = 4,92
2
6.       
Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
31,17%
MK
Ö
26
6
(6x64/39) = 9,8
3
7.       
Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat,serta merencanakan tindak lanjutnya.
65,29%
SK
Ö
26
3
(3x64/39) = 4,92
1
8.       
Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
61,17%
SK
Ö
26
3
(3x64/39) = 4,92
1
9.       
Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
65,88%
SK
Ö
26
3
(3x64/39) = 4,92
1
10.   
Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
64,70%
SK
Ö
26
3
(3x64/39) = 4,92
1
11.   
Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
65,29%
SK
Ö
26
3
(3x64/39) = 4,92
1
Total

26
39
64 jam
16




B.     Temuan, Pembahasan dan Alternatif Pemecahan Masalah
Selama pelaksanaan TNA diklat kegiatan BERMUTU sejak dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengkajian serta analisis data ditemukan beberapa hal, yang dapat kami sampaikan secara singkat dalam tabel di bawah ini.
Temuan
Pembahasan dan Alternatif Pemecahan masalah
Pada tahap perencanaan, kami mengalami kesulitan dalam hal pemahaman tentang TNA ini, karena materi TNA merupakan hal baru bagi kami, dan belum pernah menerima materi ini selama kami berkecimpung di BERMUTU.
Setelah berdiskusi dengan pengurus KKKS dan para pengawas, kami melakukan hunting diinternet, untuk mencari materi tersebut, dan bertanya ke bebagai pihak untuk mencoba mencari dan memahami tentang materi TNA ini.
Pada tahap pelaksanaan, ada sedikit kendala untuk megumpulkan anggota KKKS, mengingat padatnya kegiatan rekan-rekan kepala sekolah di awal tahun ajaran dan menjelang bulan rhamadhan.
Melalui pendekatan dan kekeluargaan yang selama ini kami bina, alhamdulillah semua bisa mengerti dan memahami dan melaksanaan kegitan TNA ini dengan penuh tanggung jawab.





BAB IV
PROGRAM TINDAK LANJUT
Dalam bab ini kami akan menyajikan program tindak lanjut sebagai bentuk dari analisa data hasil dari kegiatan TNA diklat BERMUTU yang telah dilaksanakan. Seperti yang tergambar pada bab sebelumnya hasil akhir dari TNA dapat dibaca pada Format 06 di atas, dan sebagai konsekuensi dari data tersebut, pada tabel berikut kami sajikan draf struktur program diklat yang akan dilaksakan berdasarkan asumsi dari hasil TNA.
STRUKTUR PROGRAM DIKLAT BERMUTU KEPALA SD
POLA 64 JP

NO.
MATA DIKLAT
ALOKASI WAKTU
1.
Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah
(PTS)
12 JP
2.
Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
(Manajerial / RKS)
4 jp
3.
Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
(PKG)
4 jp
4.
Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
(KTSP Berkarakter)
4 jp
5.
Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel,transparan, dan efisien.
(Adm BOS)
8 jp
6.
Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
(Laporan PTS dan IT)
12 jp
7.
Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat,serta merencanakan tindak lanjutnya.
(PKB)
4 jp
8.
Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
(MBS)
4 jp
9.
Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
(Menyusun Program Supervisi)
4 jp
10.
Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
(Implementasi PKG).
4 jp
11.
Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
(Implementasi PKB)
4 jp

JUMLAH
64 JP



BAB V
PENUTUP
Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan program pendidikan dan pelatihan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah pada tingkat kelompok kerja adalah melakukan prinsip-prinsip pendidikan dan pelatihan dengan senantiasa menerapkan pendekatan sistem melalui penerapan manajemen diklat yang efektif dan efisien.
Dengan demikian program pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan benar-benar merupakan proses transformasi untuk membentuk guru profesional yang memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Demikian pula untuk kepala sekolah diharapkan memiliki lima kompetensi, yaitu kompetensi manajerial, sosial, kepribadian, kewirausahaan, dan supervisi.  Untuk pengawas sekolah diharapkan menguasai enam kompetensi, yaitu kompetensi Penelitian dan Pengembangan, sosial, kepribadian, supervisi akademis, supervisi manajerial dan evaluasi.
Itulah hal-hal yang dapat kami sampaikan dalam laporan TNA ini, sehingga semua pihak yang terkait menjadi tahu dan mudah-mudahan hal ini akan meningkatkan efektifitas program diklat yang akan dilaksanakan, suhingga tujuan program BERMUTU yang telah digariskan dapat tercapai.


Rawamerta, Agustus 2011
Ketua KKKS Kec. Rawamerta





NACEP JAMALUDIN, S.Pd
NIP 19670715 198803 1 005


Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More